05 Desember 2008

PERBANYAKLAH MENUNTUT ILMU

Assalamu’alaikum Wr Wb

Saudaraku yang di rahmati Allah,
Sudahkah kalian berpikir untuk memperbanyak ilmu ?. Sudahkah kalian mencoba mengkaji ilmu yang ada pada diri kalian tersebut ?, Apakah kalian sudah mencoba untuk mengajarkan ilmu tersebut kepada orang lain sehingga di amalkan orang lain ?. Jawabannya ada pada diri kita masing masing.
Saudaraku, marilah kita berlomba menunut ilmu karena Rasulullah saw menyuruh kita untuk menuntut ilmu, bahkan Rasulullah saw mengatakan bahwa menentut ilmu itu wajib bagi kita sebagai orang muslim khususnya kita yang sudah baligh ini bahkan mungkin diantara kita sudah semakin usia lanjut, namun jangan bangga dulu yang berusia muda karena usia di tangan Allah swt. Ketika kita mempelajari suatu ilmu di wajibkan kita untuk mengetahuinya dan mengerti makna apa di balik hal tersebut tetapi kita tidak di wajibkan untuk mempelajari hukum hukumnya, cukuplah bagi kita untuk mengetahuinya dan meyakini tanpa ada sedikitpun keraguan untuk menjalankannya. Hal inilah yang dilakukan Rasulullah saw ketika pertama kali Islam diperkenalkan oleh beliau dimana masyarakat belum banyak mengenal tentang Islam dan hukum hukumnya belumlah lengkap seperti yang ada saat ini.

Sebagai makhluk Allah swt maka ilmu itu sangatlah penting bagi kita untuk diketahui dan untuk harus kita pelajari. Kenapa kita ragu untuk mempelajarinya atau kita sibuk untuk tidak mempelajarinya, padahal Allah swt sangat berharap manusia itu untuk selalu menimba ilmu. Bahkan Allah akan mengangkat derajat orang yang berilmu beberapa derajat selain orang orang beriman, kenapa kita tidak lakukan itu ?. Bahkan akan lebih baik bila kita bisa mencapai tingkat atau derajat ulama setelah kita mencapai tingkat dikatakan orang beriman, karena ulama di mata Allah swt mempunyai derajat 700 derajat diatas orang beriman sementara jarak antara satu derajat ke derajat yang lain mempunyai tenggang waktu 700 tahun. Apakah ini tidak menggiurkan kita untuk mencoba menjalaninya ?. Allah membagakan ulama karena hanya ulamalah yang takut akan Allah swt. Bukan kita yang tidak berilmu ini ?. Apa kita ingin dibanggakan Allah ?.

Saudaraku yang dirahmati Allah,
Tahukah anda bahwa hanya orang berilmulah yang dapat membaca perumpamaan perumpamaan yang diberikan Allah di bumi ini buat kita pejari. Kalau orang yang tidak berilmu tidak akan pernah bisa mempejari perumpamaan perumpamaan yang di ciptakan Allah swt. Seorang yang telah berilmupun akan dituntut lebih, yakni agar ilmunya selalu siap digunakan bagi orang yang memerlukannya, bila belum ada yang memerlukannya maka ia puas dengan apa yang ada. Bahkan dilain kata Rasullah saw bersabda bahwa ilmu itu adalah hasil dari perpaduan antara ketakwaan dan sifat malu. Seseorang yang bertakwa dengan banyak ibadah dan selalu maksimal mengerjakannya tetapi tidak punya rasa malu bila berbuat maka belumlah orang tersebut dapat dikatakan berilmu. Begitu juga sebaliknya, orang yang punya sifat malu tetapi dia sendiri tidak bertakwa maka orang tersebut belumlah dapat dikatakan berilmu. Ilmu itu akan tercapai bila ketakwaan berpadu dengan sifat malu karena ketakwaan dan malu itu sendiri ada di dalam ilmunya Allah.
Saudaraku, setiap ada kesempatan marilah anda menuntut ilmu, saat ini banyak sekali cara untuk menuntut ilmu, tidak harus dengan mengeluarkan biaya yang besar kita sudah mendapatkan ilmu seperti melalui televise, radio atau kaset kaset atau internet. Karena Allah menjamin bahwa orang yang berilmu itu mempunyai derajat kedekatan hampir sama dengan Nabi. Namun orang berilmu tersebut haruslah berguna untuk orang lain yang memerlukannya dan selalu menuntun manusia untuk menuju jalan Allah saw. Bahkan ilmu tersebut sangat kita harapkan ketika kelak di akhirat, Allah swt menjamin bahwa salah satu orang yang akan mendapatkan syafaat kelak di akhirat yaitu orang berilmu selain para Nabi dan syuhada. Perlu diketahui bahwa hati itu makannya adalah ilmu, bila selama 3 hari hati tersebut tidak diberi ilmu maka hati tersebut akan mati. Saudaraku, janganlah kalian terlampau disibukkan oleh urusan dunia, karena itu dapat menyebabkan hati akan mati, berbagilah waktu sedemikian rupa sehingga hati kita selalu terpelihara dengan baik agar tidak sampai mati. Ketika hati kita mati maka ketika ajal mau menjemput maka hati akan terasa perih tidak terkira karena Nabi saw berkata bahwa ketika kita didunia maka sebenarnya kita tertidur (lalai) namun ketika kita meninggal maka sebenarnya barulah kita itu terbangun (sadar).

Saudaraku yang dikasihi Allah swt,
Ketahuilah saudaraku, ketika kita menuntut ilmu maka para malaikat membentangkan sayapnya untuk memberikan perlindungan bagi kita asal kita benar benar ridho dalam menuntut ilmu tersebut. Ridho yang dimaksud disini yakni kita menuntut ilmu bukan hanya untuk kumpul bersama teman, atau tidak enak sama tetangga atau kita hanya ingin pamer bahwa saya ikut dalam suatu pengkajian agama. Tetapi keinginan menuntut ilmu tersebut memang keluar dari hati kita yang benar benar ingin mendekatkan diri dan tahu tentang agama secara lebih jauh. Hal ini dilakukan tanpa ada tujuan tertentu, itulah ridho dalam menuntut ilmu. Saat inilah malaikat akan datang dan membentangkan sayap nya melindungi kita, saat itu juga akan turun ilmunya Allah yang banyak di tunggu tunggu oleh setiap manusia. Laksanakanlah saudaraku jangan tunggu waktu lagi, waktu sudah semakin sempit.
Bahkan ketika kita sudah berilmu maka kita adalah wali (wakil) Allah di muka bumi ini, apakah ini tidak membahagiakan hati kita di sayang oleh orang yang menciptakan kita dan tempat kita meminta apapun yang tidak akan pernah tidak bisa Dia berikan kalau Dia berkeinginan, tidak ada nikmat di dunia ini selain nikmat bila Allah telah sayang kepada kita.
Saudaraku, ketika kita mempelajari satu bab ilmu sama saja kita melakukan shalat sebanyak 100 raka’at. Kita tinggal memilih, mana yang lebih mudah bagi kita lakukan. Namun melakukan shalat 100 raka’at dengan khusuk tidaklah gampang. Dua raka’at saja kita susah untuk khusuk. Namun cobalah anda untuk menuntut ilmu secara serius, mungkin akan lebih mudah bagi kita dibandingkan untuk shalat. Namun semua itu terlepas dari diri kita masing masing mana yang kita pilih. Rasulullah saw mengatakan hal tersebut hanya untuk memberikan gambaran kepada kita betapa pentingnya menuntut ilmu itu.
Rasulullah saw mengatakan bahwa menuntut ilmu itu adalah juga bagian dari jihad, mereka yang mengatakan menuntut ilmu itu adalah bukan jihad maka Rasulullah saw mengatakan bahwa orang tersebut mempunyai akal dan pikiran yang sudah lemah. Apa yang dimaksud Rasulullah saw tersebut dikarenakan menuntut ilmu itu usaha yang susah dan perlu pengorbanan untuk menegakkan ajaran agama Allah kepada manusia, perjuangan untuk menegakkan agama bukan hanya melalui pedang terhunus tetapi juga melalui dakwah dan penyampaian lisan kepada manusia. Perjuangan dakwah dan lisan tersebut membutuhkan ilmu yang cukup, oleh karena itu menentut ilmu dan menyebarkannya adalah bagian dari jihad di jalan Allah. Begitu kecewanya Rasulullah saw kalau ada yang mengatakan bahwa menuntut ilmu itu bukan jihad sehingga dikatakan orang tersebut mempunyai akal dan pikiran yang sudah lemah.
Sebagai umat Islam maka selayaknya kita mencoba mengambil ilmu barang sedikit dan menyebarkannya ke orang lain dan berusahalah tidak untuk menyembunyikannya agar ilmu tersebut bermanfaat bagi orang lain dan juga dapat menyebar dengan multiplier effect (efek berganda). Allah Swt memberikan ilmu itu dengan suatu perjanjian yang tentunya diberikan kepada orang yang alim seperti yang Dia perlakukan kepada para Nabi, yaitu agar mereka menjelaskan dan tidak untuk disembunyikan.

Saudara saudaraku yang di rahmati Allah,
Saya yakin bahwa kita semua berusaha untuk mendapatkan pahala dari Allah swt sebanyak banyaknya untuk bekal kita kelak. Bila kita menyebarkan salah satu hadits lalu hadits tersebut di amalkan orang lain maka pahalanya sebesar pahala amal tersebut. Oleh karena itu marilah kita bersama sama mulai sekarang untuk belajar ilmu karena mempelajari ilmu karena Allah swt itu adalah kebaikan, kalau kita mencari ilmu itu maka itu merupakan kebaikan buat kita sedang kalau kita mengkaji ilmu itu maka itu merupakan tasbih sedang menelitinya adalah jihad, kalau mengajarkan kepada orang yang belum tahu maka itu merupakan sadaqah.
Cobalah untuk mendalami ilmu ketika anda sendirian, maka akan terasa bahwa ilmu itu akan menjadi teman kita ketika kita kesepian bahkan ilmu itu akan menjadikan kita sabar ketika kita dalam keadaan susah maupun senang. Bahkan dapat dikatakan ilmu itu bagaikan teman dan pembantu serta merupakan obor ketika kita menuju syurga kelak. Perlu diketahui bahwa dengan ilmu itulah Allah akan mengangkat derajat suatu kaum, kaum yang mempunyai ilmu yang banyak tentu akan mempunyai kebahagiaan sedangkan kaum yang mempunyai ilmu sedikit biasanya habis tertindas serta dengan ilmu tersebut pula suatu kaum akan diletakkan di tempat yang terhormat. Kalau saja kita punya ilmu tentulah ilmu itu akan memberi kita petunjuk kemana jalan yang baik bahkan orang berilmu akan di doakan ampun oleh seluruh benda baik kering atau basah, ikan ikan di laut, hewan buas dan binatang ternak di darat dan burung burung di langit.

Saudaraku yang di hormati,
Tahukah bahwa ilmu itu akan menghidupkan hati yang buta, dapat menerangi jiwa dalam kegelapan serta dapat mengangkat kita ke jajaran orang orang sholeh. Kalau saja kita berpikir sesuatu dengan ilmu maka sama saja kita mendapatkan pahala puasa dan kalau kita mengkaji ilmu tersebut dapat juga disetarakan dengan sholat malam.
Carilah ilmu saudaraku, ilmu itu juga dapat mendekatkan kita kepada Allah swt, dengan ilmu itu pula kita dapat taat pada-Nya, meng Esakan-Nya serta kita akan menjadi rendah hati, akan menyambung dan mempererat silaturahmi. Dengan ilmu itulah kita akan memperoleh kebahagiaan, tanpa ilmu maka kita akan mendapatkan kesengsaraan.
Ingatlah bahwa dunia ini ladangnya amal untuk bekal kita di akhirat, maka marilah kita bersama sama menggapai amal yang banyak dengan salah satunya mempelajari ilmu lalau diamalkan dan diajarkan kepada orang lain.

.Tidak sulit untuk memulai menuntut ilmu, tidak perlu dengan biaya besar, tidak akan menyita waktu serta akan banyak membantu dan kenikmatan dalam rumah tangga kita. Mulailah membaca ilmu Allah dan amalkanlah ilmu tersebut serta ajarkanlah ilmu tersebut dengan orang terdekat kita yaitu istri dan anak anak.
Namun perlu di waspadai, carilah ilmu dengan dating kepada yang ahlinya, janganlah mencoba dating ke dokter ketika anda ingin membuat pagar di rumah, tentu hasilnya tidak akan maksimal.

Wassalamu’alaikum Wr Wb

Tidak ada komentar: