09 Desember 2008

JANGAN MERUGI KARENA HAL DIBAWAH INI

Assalamu’alaikum Wr Wb

Hampir setiap saat kita mendengar adzan, baik itu di televise, radio, handphone dg nada adzan atau secara langsung dari musholah atau mesjid. Sangat merugilah kita bila gaung adzan tersebut tidak kita sikapi dengan sempurna sebagai orang muslim. Banyak keistimewaan dari adzan itu sendiri.
Bila kita belum bisa adzan maka belajarlah untuk bisa adzan. Bila anda sudah bisa adzan maka berusahalah untuk melakukan adzan di mana tempat akan dilaksanakan sholat berjama’ah. Bila kita sedang melaksanakan adzan maka tangan Allah akan berada diatas kepala kita sampai adzan tersebut selesai dilakukan. Apabila kita sebagai pendengar adzan maka lakukanlah uacapan setelah muadzin membaca :
- hayya alash-shalah & hayya alal-falah, dengan ucapan : laa haula wa laa quwwata illa
billah.
- Qad qaamatish-shalah dengan ucapan : aqaamullaahu wa adaamahaa maa daamatis-
samaawaat wal ardh
- Ash-sholaatu khoirun minan naum dengan ucapan : shadaqta wa bararta
Ketika kita mendengar adzan dan kita tidak menjawab seruan adzan tersebut maka maka semua kebaikan tidak akan ditemukan dan kebaikan itu sendiri akan semakin jauh dari kita.
Selesai adzan maka berdoalah.

Salah satu lagi yang harus diambil kesempatan adalah ketika kita melaksanakan shalat fardhu. Pergunakan sholat ini semaksimal mungking untuk sempurna karena sholat fardhu ini menghapus dosa dosa antar waktu sholat selagi kita menjauhi dosa besar. Kalau saja kita masih saja sulit dalam melaksanakan sholat fardhu khususnya sholat malam dan shalat subuh, maka kita termasuk dari orang yang munafik. Karena Allah sendiri mengatakan bahwa perbedaan antara orang muslim dan orang munafik yaitu orang munafik tidak sanggup melanksanakan sholat malam dan sholat shubuh. Namun jangan pula kita melakukan sholat malam dan sholat subuh karena kita takut dikatakan orang munafik, hal ini juga tidak akan menjadi lebih baik di mata Allah karena kita melaksanakan sholat itu hanya karena kita takut di mata manusia. Allah menginginkan kita sholat malam dan shubuh itu karena kita memang ingin bercinta atau berdekat dengan Allah swt. Sedemikian pentingnya sholat ini maka sholat ini disebut sebagai tiang agama. Bila suatu bangunan tanpa tiang maka bangunan tersebut tidak akan kokoh dan akan hancur / runtuh. Makna lain dari tiang agama untuk diri pelaksana sholat yakni bahwa mereka yang tidak melaksanakan sholat maka amal amal lain akan sulit sekali mengikutinya. Bahkan kita harus tahu bahwa amalan pertama kali yang di periksa yaitu sholat. Sebanyak apapun amal kita yang lain tetapi kita tidak sholat maka amal tersebut tidak akan membantu kita untuk pemeriksaaan, bahkan amalan lain tersebut akan tertolakkan. Bila kita melaksanakan sholat dengan sempurna maka amalan lain akan mengikutinya. Sedemikian pentingnya sholat dalam agama kita, maka janganlah tinggalkan sholat.

Bahkan sedemkian pentingnya sholat maka rukun sholatpun harus kita sempurnakan sesempurna mungkin. Seseorang yang mempunyai gerakan sholat yang sama dengan orang lain tetapi hasilnya bisa berbeda jauh karena salah satu rukun sholat yang sangat penting yaitu ke khusyukan sholat itu sendiri. Janganlah kita menjadi pencuri dalam sholat. Pencuri maksud disini yaitu melaksanakan sholat dengan meninggalkan rukun yang wajib dilakukan atau juga yaitu melaksanakan sholat bukan karena Allah swt tetapi karena manusia, seperti ingin dilihat orang, ingin di puji dan lain lain..
Ketika kita melaksanakan shalat berjama’ah maka kita telah menambah sesuatu yang disukai Allah yakni pelaksanaan sholat ber jama’ah mempunyai nilai 27 derajat lebih baik dari sholat sendirian. Bila kita melakukan sholat berjama’ah selama 40 hari berturut turut tanpa tinggal takbiratul ihram maka kita akan selamat dari munafik dan api neraka. Apakah kita sanggup untuk melakukannya. Saya pikir tidak ada yang tidak sanggup bila kita ingin melakukannya, apalagi sesuatu hal yang baik di mata Allah swt.

Bahkan keistimewaan lain yang perlu kita letahui yakni ketika sujud. Cara yang terbaik mendekatkan diri kepada Allah yaitu ketika kita sujud. Disaat ini adalah disaat dimana kepala kita yang selama ini kita hormati akan jauh di bawah posisi pantat kita. Saat ini jugalah kita adalah manusia tiada artinya di hadapan Allah. Apalagi ketika sujud itu dilakukan di tempat yang tersembunyi. Ada sebagian ulama mengatakan bahwa yang dimaksud sujud disini yaitu ketika kita sedang melakukan sholat. Kesemuanya adalah benar, yang penting keduanya adalah berniat baik. Bahkan kalau saja kita menginginkan mendapat syafa’at Rasulullah saw dan bisa bersama dengan Rasulullah saw di syurga maka kita harus memperbanyak sujud. Saat sujud inilah saat dimana kita mempunyai posisi paling dekat dengan Alalh swt.

Namun jangan pula kita melupakan khusyu ketika sholat. Karena Sholat itu bertujuan untuk mengingat Allah. Seseorang yang dalam sholatnya tidak khusyu berarti sholatnya tidak sempurna. Ketika kita hendak sholat maka yakinkan diri bahwa ini adalah sholat kita yang terakhir untuk mengumbar hawa nafsu kita dan meninggalkannya dan berusaha untuk menuju Allah swt. Kalau saja kita telah sholat tetapi kita masih melakukan perbuatan keji dan munkar berarti sholat yang kita lakukan masih belum benar dan Allah akan semakin jauh dan kita akan bisa termasuk orang orang yang munafik. Kenapa sih kita meninggalkan sholat padahal kita sholat itu meminta pada yang memberikan apa yang kita butuhkan. Bila di pikir lebih jauh maka akan sangat tidak masuk akal, kita yang butuh dengan berbagai macam keinginan dan berusaha untuk mendapatkannya. Kenapa kita tidak minta kepada orang yang memberikan keinginan kita itu. Alangkah sombongnya kita, sementara yang memberi keinginan kita itu selalu memberi kepada kita setiap hari walaupun kita terkadang tidak memintanya. Apakah kita tidak malu di beri udara untuk bernapas, di beri mata untuk melihat sementara kita tidak mensyukuri nikmat yang diberikannya atau minta agar tidak di ambil semua itu ?. Bahkan kalau kita tidak menghadirkan hati kita ketika sholat maka Allah tidak akan memperhatikan sholat kita. Setiap kali nabi Ibrahim sholat maka detak jantungnya terdengar hingga 2 mil jauhnya.

Ketika kita punya uang, usahakanlah kita untuk membangun mesjid. Ketika kita membangun mesjid walaupun kecil maka sama saja kita telah membangun rumah di surga. Ingatlah bahwa rumah Allah di bumi adalah mesji, tamunya Allah adalah para penghuninya. Sudah selayaknya tamu yang datang akan di hormati Allah. Bahkan siapa yang memasang lampu saja di masjid maka malaikat dan pemikul Arsy akan ber munajat untuk meminta ampunan dosanya selama cahaya lampu itu masih bersinar.

Demikianlah saudaraku sebagian kecil makna istimewa yang harus kita perhatikan. Karena bagian itu adalah ibadah yang punya nilai. Mariah kita memulainya sedikit demi sedikit.

Wassalamu’alaiku,

Tidak ada komentar: