02 Desember 2008

KELOMPOK DALAM ISLAM

Bismillaahirrahmaanirrahiim
Assalamu’alaikum Wr. Wb,

Ilaahi anta maqshuudii waridhooka mathluubi a’thinii mahabbataka wa ma’rifataka
(Tuhanku, Engkaulah yang aku maksud dan keridhoan-Mu yang aku cari. Berilah kepadaku kecintaan dan ma’rifat kepada-Mu)

Segala puji bagi Allah atas segala nikmat dan karunia-Nya. Shalawat serta salam semoga senantiasa dilimpahkan kepada Nabi Muhammad saw, keluarga dan sahabat sahabatnya.

Semua umat muslim menyatakan dirinya adalah bagian dari Islam yang benar dan bukan dari Islam yang diluar kelompok Islam tetapi mengakui sebagai Islam. Semua orang mengakui bahwa Islam yang benar yaitu Sunnah dan Jama’ahnya. Namun kali ini marilah kita mencoba mengkaji diri kita kembali sejauh mana Islam yang kita jalankan telah masuk dalam kategori kelompok dari Sunnah wal Jama’ah. Pada tulisan ini hanya memberikan gambaran ringkas bagaimana kelompok kelompok Islam yang dianggap telah jauh keluar dari Islam dapat dijadikan dasar bagi kita untuk tidak masuk dalam wilayah tersebut. Bagi mereka yang kebetulan membaca dan salah satu kelompok tersebut bagian dari kelompoknya, tak ada niat apapun dari kami untuk menjelekkan kelompok lain, ini hanya pandangan dari manusia biasa dan diambil dari literature buku buku.

Rasulullah saw menganjurkan umatnya untuk mengikuti jalan jalan yang di lakukan oleh orang terdahulu, ikutilah apa yang mereka lakukan agar tidak terjerumus jauh,hal ini diterangkan dalam hadits beliau :
“Kalian akan menempuh jalan orang orang sebelum kalian tanpa perbedaan sedikitpun. Kalian akan mengambil seperti apa yang mereka ambil. Jika mereka mengambil satu jengkal, kalianpun satu jengkal, jika satu depa maka kalianpun mengambil satu depa. Jika satu hasta kalianpun satu hasta. Bahkan kalaupun mereka masuk dalam lubang biawak kalianpun akan ikut masuk kedalamnya. Ketahuilah pada zaman Nabi Musa as terbagi 71 golongan, semuanya sesat, hanya satu yang benar yaitu Islam dan jama’ahnya. Pada zaat zaman Nabi Isa as ada 72 golongan, semua sesat, hanya satu yang tidak yaitu Islam dan jamahnya serta kalian terbagi 73 golongan, semuanya sesat hanya satu yang tidak yaitu Islam dan jama’ahnya”. (Dari Katsir bin Abdullah bin Umar bin Auf dari ayahnya dari kakeknya)

Dari hadits tersebut kemudian ada sahabat yang bertanya tentang siapa yang tidak sesat, nabi menjawab yaitu kelompok yang mengerjakan apa yang aku kerjakan dan para sahabat kerjakan.

Timbul pertanyaan bagi kita kenapa sampai terjadi hal tersebut. Apakah Allah tidak menjaga ilmu yang diturunkannya. Hal ini telah terjawab oleh Nabi saw yang mengatakan bahwa ilmu itu tidak pernah di cabut oleh Allah swt tetapi ilmu itu akan hilang dengan meninggalnya ulama yang pada akhirnya yang tersisa adalah orang orang yang berilmu. Juga Rasulullah berpesan untuk berpegang teguhlah dengan sunnah yang di ajarkan olehnya dan oleh khulafa’ur rasyidin setelahku. Peganglah dengan kuat dengan gigi geraham, jauhilah berbagai hal baru karena sesuatu yang baru (dalam ibadah) adalah bid’ah dan setiap bid’ah adalah sesat.

Dari 73 golongan kelompok yang dianggap sesat oleh Rasulullah saw tersebut ada 10 kelompok utama dan masing masing kelompok mempunyai cabangnya, yaitu :


1. Ahlus Sunnah pecah menjadi 1 kelompok
2. Khawarijj pecah menjadi 15 kelompok
3. Syi’ah pecah menjadi 32 kelompok
4. Mu’tazilah pecah menjadi 6 Kelompok
5. Murji’ah pecah menjadi 12 kelompok
6. Musyabbiah pecah menajdi 3 kelompok
7. Jahamiyah pecah menjadi 1 kelompok
8. Dharariyah pecah menjadi 1 kelompok
9. Najjariyah pecah menjadi 1 kelompok
10. Kilabiyah pecah menjadi 1 kelompok
Jumlah 73 kelompok

Khawarijj :
Mereka keluar dari kelompok Ali bin Abi Thalib.Mereka juga keluar dari pemerintahan, menghunus pedang serta menghalalkan darah dan kekayaan para sahabat dan pendukung Rasulullah saw serta mencaci para sahabat serta mengkafirkan bagi mereka yang tidak sepaham dengan mereka. Setiap shalat selalu di akhir waktu dan kalau puasa selalu sebelum ada hilal. Mereka juga membolehkan nikah tanpa wali dan membolehkan nikah mut’ah.


Syi’ah
Terlampau mengagungkan Ali ra dibandingkan sahabat lain. Menyikapi Ali layaknya Tuhan bahkan dari kelompoknya ada yang berpendapat kalau Ali tidak dikubur ditanah tetapi di awan.

Mu’tazilah
Mereka yang menolak qadha dan qadar

Murji’ah
Musyabbiah
Menganggap Allah itu punya tubuh seperti manusia

Jahamiyah
Tidak percaya kalau Allah tahu sebelum kejadian. Juga berpendapat bahwa syurga dan neraka akan binasa.

Dharariyah
Menolak bacaan Ibn Mas’ud dan Ubay bin Ka’ab

Najjariyah
Perbuatan manusia pada hakekatnya milik Allah dan hamba-Nya. Al Qur’an itu adalah makhluk serta Allah itu dapat bicara layaknya manusia.

Kilabiyah
Sifat sifat Allah bukanlah qadim/hadits. Mereka menolak kalau al Qur’an itu berbentuk huruf.

Dari perbedaan perbedaan tersebut diatas maka kita dapat mengambil suatu hal yang mungkin berguna. Tinggal kita sendiri yang bertanya untuk diri kita sendiri. Apakah kita termasuk didalamnya ?. Kalau iya maka terserah kita dan kalu ingin berubah maka terserah kita.

Carilah ulama yang benar benar masih memegang ajaran Rasulullah saw. Peganglah dia dengan kuat dan jangan lepaskan lagi. Tentu kita dapat mencari ulama yang kita maksud dan sampai saat ini masih ada ulama yang seperti itu. Selagi nafas masih ada maka carilah ulama tersebut dan belajarlah banyak darinya.

Terima kasih
Wassalamu’alaikum Wr Wb

Tidak ada komentar: